Segala puji hanya untuk Allah,
Tuhan semesta alam
"Orang-orang mukmin hanyalah mereka yang apabila disebut asma Allah bergetar (berdesir keras) hati sanubari mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya, akan menambah iman mereka dan kepada Tuhan mereka, mereka bertawakkal" (An Anfal: 2)
"Sesungguhnya Al Qur'an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan Semesta Alam, diwahyukan oleh Ruh-Al Amin (Jibril) kedalam hati sanubarimu...Muhammad, supaya engkau dapat memberikan peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas" (Ash Syu'araa': 192-195)
"Sesungguhnya Al Qur'an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan Semesta Alam, diwahyukan oleh Ruh-Al Amin (Jibril) kedalam hati sanubarimu...Muhammad, supaya engkau dapat memberikan peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas" (Ash Syu'araa': 192-195)

Sampai saat ini dalam sistim meditasi (Yoga dllnya) pencapaian cakra 'terhenti' sampai cakra ke 7, sebanding dengan 'pembukaan' cakra, maka pemberdayaannya juga 'terhenti' pada pemberdayaan sistim-limbik (dan sebagian otak-kanan).
Dalam Metode Pemberdayaan Diri ADILUHUNG pencapaian ini belum selesai, masih ada cakra lagi yang harus 'ditundukkan' dengan perjuangan yang lebih gigih, yaitu: 'Cakra ADILUHUNG', merupakan cakra lanjutan atau cakra yang ke 8.Pencapaian dan 'pembukaan' cakra ke 8 ini sangatlah penting untuk 'kesempurnaan' ketaqwaan kita dan untuk menaikkan 'intensitas' nur-insani guna menggapai 'Hari Kemudian' yang gemilang.
Cakra ADILUHUNG merupakan suatu rangkaian 'penyelarasan' dari semua unsur dan potensi yang 'dimiliki' oleh manusia yang telah diberdayakan untuk 'di-padu-kan dan di-potensi-kan' di Hati-Sanubari (Qolbu).
Setelah melalui perjalanan panjang dan perjuangan yang gigih, cakra 1 s/d 7 telah terlampaui dan 'terbuka'.Sudah saatnya untuk meyambut panggilan Allah, Tuhan Semesta Alam.....
"Labbaik Allahumma hajjan" - [aku sambut panggilanMu ya Allah untuk berhaji> "Labbaik Allahuma labbaik, labbaik la syarika laka labbaik, inna al-hamda wa an-ni'mata laka wa al-mulk la syarika laka" -
Lalu dengan kepasrahan total serta diiringi puji-pujian, semua unsur ber-tawaf.... berputar kencang mengelilingi [ ? ]..., energi berpendar....cahaya terhantar...
Rangkaian proses yang terjadi di cakra ADILUHUNG ini dapat dirasakan secara nyata terutama di SinoAtrial Node (SAN), sehingga dapat disimpulkan SAN merupakan 'ekspresi-nyata' dari Hati Sanubari.
Cakra ADILUHUNG merupakan suatu rangkaian 'penyelarasan' dari semua unsur dan potensi yang 'dimiliki' oleh manusia yang telah diberdayakan untuk 'di-padu-kan dan di-potensi-kan' di Hati-Sanubari (Qolbu).
Setelah melalui perjalanan panjang dan perjuangan yang gigih, cakra 1 s/d 7 telah terlampaui dan 'terbuka'.Sudah saatnya untuk meyambut panggilan Allah, Tuhan Semesta Alam.....
"Labbaik Allahumma hajjan" - [aku sambut panggilanMu ya Allah untuk berhaji> "Labbaik Allahuma labbaik, labbaik la syarika laka labbaik, inna al-hamda wa an-ni'mata laka wa al-mulk la syarika laka" -
Lalu dengan kepasrahan total serta diiringi puji-pujian, semua unsur ber-tawaf.... berputar kencang mengelilingi [ ? ]..., energi berpendar....cahaya terhantar...
Rangkaian proses yang terjadi di cakra ADILUHUNG ini dapat dirasakan secara nyata terutama di SinoAtrial Node (SAN), sehingga dapat disimpulkan SAN merupakan 'ekspresi-nyata' dari Hati Sanubari.
Sekilas tentang: SINOATRIAL NODE (SAN)


SinoAtrial Node (SAN) mempunyai hubungan yang spesifik dan unik dengan modula oblongata yang merupakan pusat saraf otonom, juga dengan sistim limbik.Bekerjanya SAN ini dapat dirasakan sebagai desiran atau bahkan getaran di dada kiri-dalam, Apabila'sensasi-ketaqwaan' itu semakin besar, maka desiran menjadi 'feed-back terus menerus' antara SAN dan sistim limbik, sehingga biasanya menimbulkan 'tangisan haru' menghanyutkan jiwa-raga.
Ritme atau denyutan jantung, secara normal bersumber dari node ini yang biasa disebut node Keith dan Flack, yang menemukan teori tersebut pada 1907.Menurut penyelidikan, dalam satu detik sebuah impuls elektrik yang berasal dari sinoatrial node mengalir ke bawah lewat dua atria dalam sebuah gelombang setinggi 1/10 milivolt, menyebabkan otof-otot atria berkontraksi.
Berikut ini saya lampirkan tulisan menarik tentang SinoAtrial Node AL-GHAZALI SECARA SIMBOLIS MENGUNGKAP TENTANG SINOATRIAL NODE SEBELUM ILMUWAN LAINNYA.
Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali yang lebih akrab dipanggil Al-Ghazali, mewariskan banyak pemikiran dan penemuan.
Ia merupakan pemikir Muslim besar yang menguasai banyak bidang dan lebih dikenal dengan pemikirannya dalam bidang agama, filsafat, dan sufisme.
Namun, di bidang lain, yaitu kedokteran, ternyata Al-Ghazali juga meninggalkan jejak pemikirannya. Ia telah menyumbangkan pemikiran dan jasa yang besar dalam kedokteran modern melalui penemuan sinoatrial node atau nodus sinuatrial.
Dalam istilah kedokteran, sinoatrial node ini merupakan kumpulan mikroskopis dari jaringan urat jantungatau sel-sel.
Jaringan atau sel itu terletak pada ujung teratas sulcus terminate, pada persimpangan vena-vena puncak dan atrium kanan.
Ritme atau denyutan jantung, secara normal bersumber dari node ini yang biasa disebut node Keith dan Flack, yang menemukan teori tersebut pada 1907.
Mereka bernama A Keith (1866-1955), ahli anatomi dan antropologi Skotlandia, dan MW Flack (1822-1931), fisiolog Inggris.
Terlepas dari penemuan kedua ilmuwan itu, merujuk penelitian sejarah dan pengkajian atas pemikiran-pemikiran Al-Ghazali, ternyata dia yang pertama kali menemukan hal yang terkait dengan sinoatrial node.
Ini terungkap dalam buku karyanya.Ada tiga karya yang mengungkap masalah itu, yaitu Al-Munqidh min Al-Dhalal, Ihya Ulum Al Din, dan Kimia Al-Saadat.
Saat menjelaskan tentang hati sebagai pusat pengetahuan intuitif serta rahasianya, ia berbicara soal suatu titik dalam hati.
Dalam buku Histografi Islam Kontemporer karya Azyumardi Azra, Al-Ghazali selalu merumuskan titik ini sebagai suatu mata batin yang menemukan ilhamnya.
Penjelasan Al-Ghazali tentang hal ini, terdapat dalam buku Al-Munqidh min Al-Dhalal.Buku tersebut diterjemahkan oleh C Field dengan judul Confession of Al-Ghazali.
Istilah mata batin ini, juga disebutkan Al-Ghazali dalam buku lainnya, yaitu Ihya. Dalam buku ini, ia menyebutnya sebagai insting elektrik atau cahaya.
Al-Ghazali menjelaskan, di dalam hati terdapat suatu insting yang ia namakan cahaya Tuhan. Selain itu, ia menyebutnya pula sebagai mata hati, anak-anak hati, dan keintiman hati serta rahasia hati. Ia sebutkan hal itu juga dalam Ihya.
Jika membandingkan konsep titik hati Al-Ghazali dengan sinoatrial node ini, terungkap bahwa konsep Al-Ghazali ini memiliki kaitan erat dengan sinoatrial node.
Menurut dia, titik hati itu tak dapat dilihat dengan alat-alat sensoris.
Sebab, jelas Al-Ghazali, titik hati itu bersifat mikroskopis.
Apa yang diungkapkannya sama dengan pandangan yang dilontarkan para ahli kedokteran modem.
Ia menyatakan pula, titik hati secara simbolis merupakan cahaya seketika yang membagi-bagikan cahaya Tuhan.
Titik hati itu pun bersifat elektrik.
Menurut pemikiran modern, dalam satu detik sebuah impuls elektrik yang berasal dari sinoatrial node mengalir ke bawah lewat dua atria dalam sebuah gelombang setinggi 1/10 milivolt, menyebabkan otof-otot atria berkontraksi.
Di sisi lain, pada masa modern ini para ahli anatomi menyatakan, pembentukan tindakan secara potensial berasal dari hati.
Yaitu, kontraksi jantung yang merupakan gerakan spontan yang terjadi secara independen dalam sistem syaraf.
Pandangan itu, sejalan dengan pemikiran Al-Ghazali.Menurut dia, hati itu merdeka dari pengaruh otak, yang juga tercantum dalam Al-Munqidh min Al-Dhalal.
Para pemikir modern menyatakan, suatu tindakan kadang terjadi lewat mekanisme yang tak seorang pun tahu mengenai hal itu.
Al-Ghazali mengungkapkan, tindakan yang terjadi melalui mekanisme yang tak diketahui itu, sebenarnya disebabkan oleh sinoatrial node.
Dijelaskan pula, penguasa misterius tubuh yang sebenarnya adalah titik hati itu, bukan otak.Al Ghazali tidak hanya menggambarkan dimensi fisik sinoatrial node, ia pun menggambarkannya dalam dimensi metafisik.
Hal ini jauh berbeda dengan pandangan para pemikir sekuler yang hanya mampu menggambarkan sinoatrial node secara fisik semata.
Secara metafisik, Al Ghazali menggambarkan sinoatrial node sebagai pusat pengetahuan intuitif atau inspirasi ketuhanan yang bisa berfungsi sebagai peralatan untuk menyampaikan pesan-pesan Tuhan kepada hambanya.
Al-Ghazali lebih jauh menyatakan:
Orang-orang yang bisa memungsikan sinoatrial node secara maksimal adalah mereka yang telah mencapai penyucian diri, yaitu mereka yang selalu mendekatkan diri kepada Allah
Pengaruh Al-GhazaliSelain jejak pemikirannya soal sinoatrial node ini, pemikiran Al-Ghazali banyak berserak.
Pengaruhnya, sangat luas di dunia Islam. Terbukti, hingga saat ini pemikiran dan karyanya banyak menjadi kajian oleh para pemikir-pemikir Islam.Bahkan, pengaruh pemikirannya juga sampai kepada para pemikir non-Muslim, terutama dalam kajian filsafat.
Pengaruh itu merasuk kepada para filsuf modern seperti Rene Descrates, Blaise Pascal, Clarke, dan Spinoza.
Banyak cendekiawan Barat yang menyebut Al-Ghazali sebagai cendekiawan Muslim terbesar. Ini karena pemikiran-pemikirannya yang memberikan pengaruh kuat.
Di dunia Barat, ia sering dipanggil dengan nama Algazel.
Ia lahir di Naisabur dan tumbuh dewasa di Baghdad.
Sekian dulu, semoga berkenan dan maaf kalau ada yang kurang berkenan,
wassalam;
adiluhung nusantara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar